Imbas Pandemi Covid-19, SMKN 7 Semarang Laksanakan UKK Online


Berdasarkan surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia, nomor 4 Tahun 2020 menyatakan bahwa Ujian Nasional (UN) dibatalkan, baik di jenjang SD, SMP, maupun SMA dan SMK. Bahkan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) khusus untuk jenjang SMK juga dibatalkan. Mskipun demikian, SMKN 7 Semarang tetap berupaya melaksanakan UKK secara online.

Kepala Sekolah SMKN 7 Semarang, Samiran mengatakan, meskipun Mendikbud menetapkan UKK dibatalkan, namun SMK Negeri 7 tetap melaksanakannya. Adapun untuk pelaksanaan UKK di SMK Negeri 7 Semarang disesuaikan dengan komitmen nasional, yakni tidak menghadirkan siswa di sekolah namun dilaksanakan dengan moda dalam jaringan (daring) atau online.

"Hal ini ditempuh mengingat sertifikat UKK bagi siswa lulusan SMK Negeri 7 Semarang sangat dibutuhkan dalam memasuki dunia kerja. Pada sisi lain, UKK merupakan jenis penilaian yang sangat khusus bagi SMK. Karena UKK merupakan penilaian terhadap pencapaian kualifikasi kompetensi jenjang 2 (dua) atau 3 (tiga) pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)," ujarnya.

Menurutnya, KKNI merupakan kerangka penjenjangan kualifikasi sumber daya manusia Indonesia yang menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan sektor pendidikan dengan sektor pelatihan dan pengalaman kerja. Termasuk dalam suatu skema pengakuan kemampuan kerja disesuaikan dengan struktur di berbagai sektor pekerjaan.

 

"Ditambah lagi sertifikat UKK bagi lulusan SMK merupakan salah satu indikator bahwa lulusan tersebut kompeten di bidangnya, sehingga industri tidak ragu-ragu lagi untuk menerima lulusan yang memiliki sertifikat UKK, sebagai tenaga kerjanya. Mungkin ini yang membedakan SMK Negeri 7 Semarang dengan SMK lain dalam menghadapi kondisi Covid-19 ini," imbuhnya.

Ia menerangkan, Dalam pelaksanaannya, UKK dapat dilaksanakan dalam lima jenis yaitu, pertama kerjasama dengan institusi pasangan. Dalam hal ini dunia usaha dan dunia industri (DUDI) menguji siswa SMK dengan mendasarkan diri pada kompetensi yang dibutuhkan oleh DUDI sebagai institusi pasangan.

Kedua UKK mandiri dilaksanakan sendiri oleh SMK terakreditasi dengan melibatkan institusi pasangan yang mengacu pada standar kompetensi lulusan, sebagaimana tercantum dalam permendikbud nomor 34 tahun 2018. Kemudian yang ketiga, untuk Lembaga Sertifikasi Profesi pihak 1 (LSP P1) yang didirikan oleh SMK dengan tujuan mensertifikasi peserta didiknya, baik untuk mecapai KKNI jenjang 2 ataupun jenjang 3.

Sementara itu, yang keempat, untuk LSP P2 yang didirikan oleh industri atau instansi dengan tujuan untuk mensertifikasi sumber daya manusia yang lembaga induknya, sumber daya manusia pemasoknya, atau sumber daya manusia dari jejaring kerjanya, sesuai ruang lingkup yang diberikan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

"Terakhir untuk LSP P3 yang didirikan oleh asosiasi industri atau asosiasi profesi, untuk melaksanakan serifikasi kompetensi kerja untuk sektor atau profesi tertentu sesuai ruang lingkup yang ditetapkan oleh BNSP," terangnya.

Adapun untuk proses UKK di SMK Ngeri 7 Semarang, kata Samiran menggunakan model tiga dan lima, yakni menggunakan LSP P1 dan LSP P3. Ada dua kompetensi keahlian yang UKK nya dilaksanakan oleh LSP P3 yakni untuk siswa-siswa kompetensi keahlian Teknik Instalasi dan Pemanfaatan Tenaga Listrik (TIPTL) dilaksanakan oleh LSK Gema Pedekabe, untuk uji kompetensi jenjang 3 KKNI.

"Untuk siswa-siswa kompetensi keahlian Teknik Gambar bangunan (TGB) dan Teknik Konstruksi Batu dan Beton (TKBB) menggunakan jasa Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK), juga untuk mendapatkan sertifikasi jenjang 3 KKNI," imbuhnya.

Sementara untuk para siswa pada kompetensi keahlian  Teknik Audio Video (TAV), Teknik Elektronika Industri (TEI), Teknik Mekatronika (TME), Teknik Pemesinan (TP), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) serta Teknik Kendaraan Ringan (TKR) menggunaan LSP P1 smk Negeri 7 Semarang untuk mendapatkan sertifikasi jenjang 2 KKNI.

"Proses UKK di SMK Negeri 7 Semarang tahun 2020 ini telah dan sedang dilaksanakan. Untuk yang menggunakan lembaga sertifikasi Gema Pedekabe, telah dilaksanakan tanggal 30 dan 31 maret 2020. Demikian pula yang menggunakan jasa LPJK juga telah dilaksanakan pada tanggal yang sama, sedangkan bagi siswa-siswa yang menggunakan LSP P1  dilaksanakan mulai tanggal 6 hingga 13 April 2020," jelasnya.


Berita Lainya

0000-00-00 |
2020-04-16 | Admin